“Motif mereka biasanya hanya untuk mencari jati diri atau identitas kelompok. Namun, gesekan antar geng sering terjadi, bahkan hanya karena persoalan sepele seperti ejek-ejekan di media sosial yang berujung pada pertemuan di tempat tertentu untuk bertikai,” jelas Kapolres.
Sebelumnya telah terjadi aksi brutal geng motor merusak rumah warga yang memicu penyisiran Polisi serangan ini didasari oleh dendam salah satu anggota geng motor terhadap anak pemilik rumah. Enam orang telah ditahan akibat kejadian ini, lima di antaranya adalah pelajar dan satu lainnya merupakan mahasiswa.
Polres Asahan berkomitmen untuk memberantas geng motor yang meresahkan masyarakat. Senjata-senjata yang disita dari geng motor ini kini menjadi barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kami akan terus menindak tegas kelompok-kelompok seperti ini agar masyarakat dapat merasa aman. Kami juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama di luar rumah,” tambah AKBP Afdhal.
Kegiatan konvoi dan aksi kekerasan geng motor seperti ini telah menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat. Polisi berharap, melalui tindakan hukum yang tegas, fenomena ini dapat diminimalisir di masa mendatang. (R2)




