Lalu, memilih singgah dan minum tuak bersama rekan-rekannya. Tak lama, Ronal beranjak dan pergi ke warung tuak yang disinggahinya semula.
“Pikir ku, gak enak bila tidak balik ke warung semula. Karena, masih ada di sana minuman ku. Makanya, balik lagi ku ke warung semula. Habis itu, kembali aku singgah menemui kawan yang duduk di depan rumah marga Siburian,” paparnya.
Setibanya lagi di depan rumah marga Siburian. Fusen Gultom, sudah ikut bergabung sembari minuk tuak. Tak lama, tiba-tiba melontarkan perkataraan yang tidak patut ditiru.
“Dibilang begini, on pe si baxx on, si heaxx on (Ini pun si baxx ini, si heaxx ini). Kemudian dipukulnya aku dua kali,” ungkap Ronal seraya menunjukan matanya yang biram akibat dipukul Fusen.
Selanjutnya, warga melerai dan Fusen Gultom beranjak dari depan rumah milik Siburian. Lalu, Ronal menemui Fusen di jalan umum. “Dekat rumahnya dan di situ bagus ku tanya, kenapa abang pukul, apa salah ku,” kata Ronal menirukan pertanyaannya malam itu.
Ironisnya, Fusen malah kembali melakukan pemukulan. Namun, Ronal yang juga telah melapor ke Polres Simalungun, berhasil mengelak. Kemudian, tanpa disengaja memukul, Fusen yang langsung terjatuh ke badan jalan.




