Selain aspek infrastruktur dan teknologi, Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya kurikulum yang relevan dan inklusif. Pendidikan yang merata bukan hanya menyediakan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk bersekolah, tetapi juga memberikan materi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing. Dr. Iswadi berharap pemerintah di era Prabowo dapat merumuskan kurikulum yang fleksibel dan adaptif, yang tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga memperhatikan potensi lokal. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi daerah, sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan mereka.
Dr. Iswadi juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pendidikan karakter. Di tengah era globalisasi yang semakin maju, nilai-nilai budaya dan moral bangsa harus tetap menjadi fondasi pendidikan nasional. Pemerataan akses pendidikan harus tetap berorientasi pada pengembangan karakter bangsa yang berbudaya, berakhlak, dan cinta tanah air. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya tantangan dari luar yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Pendidikan yang berkualitas, menurut Dr. Iswadi, bukan hanya mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat.




