Dalam pandangan Dr. Iswadi, pemerataan akses pendidikan harus dimulai dari pembenahan infrastruktur. Hal ini meliputi pembangunan sekolah-sekolah baru, perbaikan fasilitas yang sudah ada, serta pengadaan alat-alat belajar yang modern dan memadai. Selain itu, distribusi tenaga pendidik yang profesional dan kompeten ke seluruh wilayah juga menjadi kunci. Masalah minimnya guru di daerah-daerah terpencil dapat diatasi dengan memberikan insentif yang menarik bagi para guru untuk mau ditempatkan di daerah tersebut. Selain insentif, juga perlu diadakan program pelatihan berkelanjutan bagi para guru di daerah agar kualitas pengajaran tetap terjaga.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam upaya pemerataan pendidikan. Di era digital saat ini, teknologi informasi dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Pemerintah dapat memanfaatkan teknologi e-learning untuk memberikan pembelajaran jarak jauh bagi siswa di daerah terpencil. Program seperti ini dapat membuka kesempatan bagi anak-anak yang selama ini terhalang oleh keterbatasan akses fisik untuk mendapatkan materi pelajaran dan bimbingan dari guru-guru terbaik di Indonesia. Namun, keberhasilan program ini tentu memerlukan dukungan infrastruktur internet yang memadai di seluruh pelosok negeri. Dr. Iswadi berharap pemerintahan Prabowo dapat mendorong pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).




