Memang kata Roberton Nainggolan,saat itu dia bertanya pada Nelson Manurung siapa dari Dinas Kehutanan yang mereka kenal bukan bertanya siapa dekingnya seperti yang diberitakan,”Siapa rupanya orang kehutanan yang kalian kenal,coba sebutkan namanya,kalau memang ada upayakan lah kesana,karena pembentukan kelompok tani hutan itu ya harus ditentukan dahulu objek wilayah, tingkat keberhasilannya pun sangat sulit ditambah prosesnya sangat panjang,jadi jangan kau perdaya masyarakat itu, karena mereka sudah mengeluh kalian kutipin uang dengan berbagai alasan,saya tahu awalnya kalian rapat pembentukan kelompok bersama Pangulu Bosar Nauli,kalian janjikan akan menggarap lahan dan hasilnya memperoleh 1 hektar per orang,kasihan masyarakat itu,begitulah kalimat yang saya sampaikan sama si Nelson itu”, ungkap Roberton menuturkan perbincangannnya pada Nelson Manurung saat di lapangan.
“Sama para penggarap itu juga saya sampaikan,bahwa jika lahan tersebut bisa digarap dan bisa direkomendasikan pihak Kehutanan saya sendiri pun mau untuk mengerjakanya, namun kenyataannya lahan milik CV.Jaya Anugerah tersebut sudah lengkap memiliki SKT (Surat Keterangan Tanah) yang ditanda tangani Pangulu pertama Nagori Bosar Nauli,maka sudah tidak mungkin akan berhasil digarap,jika bisa digarap ya saya pun mau, untuk apa saya bela perusahaan,namun faktanya kan jelas perusahaan memiliki SKT,”Tandasnya sembari menunjukkan beberapa Surat Keterangan Tanah dan salah satunya ber Nomor 5932/155/Ekon/BN/2004 tertanda tangan Pangulu Nagori Bosar Nauli Justin Manurung.




