“Ayah saya sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar kakek berobat ke SP 1. Tiba-tiba, dua pelaku muncul dan langsung menodongkan sajam. Mereka membawa kabur sepeda motor ayah saya,” ungkap Kiki, anak korban.
Kiki mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan ayahnya, salah satu pelaku berperawakan tinggi, kurus, dan memakai topi. Sementara pelaku lainnya menggunakan masker dan mengendarai sepeda motor KLX.
“Dalam satu hari saja, ada dua kejadian begal. Bahkan, teman-teman saya cerita ada pelaku yang menggunakan senpi,” ujar Kiki dengan nada cemas.
Menanggapi keresahan masyarakat, Kapolsek Pedamaran Timur, Iptu Agus, membenarkan adanya laporan korban begal yang menggunakan sajam. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan.
Iptu Agus juga mengungkapkan bahwa Polsek Pedamaran Timur telah meningkatkan upaya pemberantasan begal dengan menambah personel dan melakukan patroli rutin. Namun, ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas, terutama di malam hari.




