“Saya tepat berada di belakang bang, makanya tangan saya yang tertebas klewang mereka”, ketika ditanya berapa jumlah pelaku, korban tidak tahu, karena lokasi kejadian tidak dilengkapi lampu penerang”, ucapnya.
Setelah itu korban langsung kabur dari kawanan pemuda tersebut, dengan mengendarai motor dengan tangan terluka, setelah itu mereka mencari warung terdekat, untuk meminta bantuan
Dengan tangan terluka yang hampir putus, korban langsung dibawa temannya dan warga ke Rumah Sakit Wulan Windi Marelan, dan langsung dilakukan operasi sebanyak hampir 30 jahitan.
Br.Pasaribu, ibu korban mengatakan jika anaknya mengalami sebanyak hampir 30 jahitan, dan menghabiskan biaya sekitar Rp.15 juta, itupun belum biaya check up dan biaya yang lain yang belum dikeluarkan.
Dengan keterbatasan ekonomi yang hanya mengandalkan penghasilan korban sebagai pegawai pabrik, dirinya rela menggadai surat tanah yang dimiliknya untuk mengobati perobatan korban.
“Saya sudah menggadai surat tanah ini dek, untuk mengobati perobatan Ridho sampai hari ini, karena semalam Ridho menjalani operasi penyambungan saraf, dibagian tangan, jika tidak dilakukan penyambungan saraf, maka tangan kanannya tidak bisa berfungsi lagi” ucapnya.




