Lebih lanjut Kepala BNN RI mengatakan bahwa situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia dengan angka prevalensi menyentuh angka 3,3 juta jiwa bergantung pada apa yang dilakukan oleh BNN RI.

Angka prevalensi akan berkurang apabila insan BNN melakukan pekerjaan secara extraordinary yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan permasalahan narkotika.
“Pendekatan dalam permasalahan narkotika memang harus dilakukan secara kolaborasi karena narkotika bukan merupakan single issue melainkan multiple issues sehingga langkah-langkah kolaboratif adalah yang paling tepat untuk dilakukan,” ungkap Kepala BNN RI.
Menutup sambutannya, Kepala BNN RI mengatakan bahwa dalam dinamika organisasi, tempat baru adalah tantangan baru dan amal ibadah yang baru. Apapun tempatnya, dimanapun berada, jika diawali dengan rasa syukur, maka apapun yang dilakukan akan berhasil.(Uban/Humas)




