
“Kalau jurangnya sangat curam, di bawah jurang mereka tebang dan cincang. Lalu ditarik ke atas jurang menggunakan alat berat sekaligus dimuat ke truk,” sebut warga lagi sembari mengirimkan foto alat berat penarik kayu bulat dari jurang dan memuat ke truk.
Mereka menambahkan, setiap hari ada lima sampai delapan truk setiap hari mengangkut kayu bulat dari lokasi penebangan Sindar Dolok Nagori Dolom Mariah.
“Kalau sekarang mungkin belum terlihat dampaknya. Tapi ke depan, nanti pasti ada longsor dan banjir di hilir sungai. Selain itu, jalan-jalan yang dilintasi truk pengangkut kayu bulat itu akan rusak juga nanti,” tutur warga.
Hal yang sama juga diceritakan warga Nagori Huta Saing. Bahwa, pengambilan lokasi kayu juga sudah dilakukan di sekitar jurang. Padahal, bila pun itu lahan itu bukan disebut kawasan hutan, bila kayu-kayu yang ada di jurang terus ditebangi maka dikhawatirkan kedepan akan terjadi longsor.
Sebelumnya diberitakan, berdalih tidak termasuk bahagian kawasan hutan, aksi penebangan kayu marak dan bebas terjadi di dua nagori di Kecamatan Dolok Silou yakni di Nagori Dolok Mariah dan Nagori Huta Saing.




