“Saya secara pribadi selalu siap untuk mempromosikan event Cap Go Meh Singkawang, bahkan saya datang ke Singkawang juga memang berniat mau membuat konten. Karena ini merupakan salah satu cara kita untuk mempromosikan budaya kita di Singkawang,” ungkapnya.
Kepada pemerintah diharapkan lebih serius dan modern dalam mengemasnya.
Meski di tahun ini Festival Cap Go Meh tidak digelar, namun melalui ritual yang disaksikan pada Jumat (23/2) ini sama sekali tak mengurangi kemeriahan Cap Go Meh seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Tetap otentik dan meriah, bahkan cukup banyak disaksikan oleh warga baik dari dalam maupun luar Kota Singkawang,” katanya.
Sementara warga Pontianak, Lili mengatakan, kedatangannya ke Singkawang selain jalan-jalan juga ingin menyaksikan ritual tatung yang setiap tahunnya digelar di Kota Singkawang.
“Saya datang bersama suami sejak Kamis (22/2),” katanya.
Dia mengungkapkan, setiap Festival Cap Go Meh di Singkawang dia selalu hadir.
“Tak pernah absen setiap tahunnya,” ujarnya.(Mizar Hunter)




