Ali Bakti mnambahkan, warga masyarakat berinisial BG (40), KN (41) dan berapa masyarakat Dusun Beringin Sari yang profesinya sebagian pencari ikan (NELAYAN) telah datang melaporkan kejadian ini, mereka melihat Sungai Aek Pidong tercemar, air menjadi sangat bau dan ikannya pun mabuk dan bermatian pada hari minggu sore itu.

Masyarakat lainnya yang meminta namanya dirahasiakan oleh Media ini mengatakan, diduga Limbah yang dibuang perusahaan ke parit bekoan di hulu sungai itu, yang mengalir ke lokasi aliran sungai aek pidong. Dampaknya terhadap warga secara otomatis air tidak bisa digunakan lagi apalagi untuk minum.
Dikatakannya, kalau hal ini terus dibiarkan, maka dampaknya sangat besar terhadap masyarakat sekitar, jika airnya terminum warga bisa saja diserang penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) atau gangguan penyakit lain,” ujarnya.
Warga setempat berharap, agar segera ada evaluasi dari Pemerintah. Kalau tidak ada solusi nanti bisa menimbulkan gejolak di tengah warga di wilayah itu.




