Maya Hasmita menambahkan, bahwa dibentuknya relawan Serasi ini adalah bagian dari upaya pihaknya dalam mencapai target signifikan menaikkan angka partisipasi PAUD hingga 100 persen.
Dia berharap, melalui berbagai inovasi program yang dilakukan pihaknya, tidak ada lagi anak-anak usia 5-6 tahun di Labuhanbatu yang tidak mengeyam pendidikan di tingkat PAUD. Sebab katanya, pendidikan usia dini merupakan pondasi keberhasilan anak di masa depan.
“Jangan ada anak-anak Labuhanbatu yang tidak mengenyam pendidikan usia dini. Bagaimana kita bisa melahirkan generasi emas di era globalisasi jika anak-anak kita tidak dibekali pendidikan sejak dini,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Maya Hasmita mengajak seluruh pihak untuk bahu membahu meningkatkan mutu pendidikan di Labuhanbatu khususnya pendidikan usia dini.
“Mari kita ‘bolo’ (benahi) Labuhanbatu, dimulai dengan membolo (membenahi) pendidikan khususnya pendidikan usia dini,” tutupnya.
Sekjen Forum Masyarakat Literasi Indonesia (Formalindo) Abdul Firman selaku Mitra Pembangunan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut, saat diminta komentarnya usai acara pengukuhan itu menyatakan rasa salutnya terhadap berbagai inovasi yang dilakukan oleh Bunda PAUD Labuhanbatu dalam mensukseskan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.




