Lanjutnya, konsep Smart City terdiri dari beberapa dimensi, yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, serta Smart Environment, tambah Beliau.
Bahwa pengembangan Smart City bukanlah dengan menjadikan teknologi informasi sebagai tujuan akhir, akan tetapi fokus pada inovasi dan terobosan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan serta pengembangan sektor unggulan daerah, ujar Cut Syazalisma.
Selain itu dalam konteks pemerintahan, program Smart City diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, serta memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat dalam upaya efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, serta meningkatkan transparansi, serta partisipasi atau keterlibatan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan, Pungkas Beliau.
Sebelumnya panitia pelaksana kegiatan FGD tahap I Kadis Kominfosan Aceh Selatan Munharsam, SE,M,Si yang disampaikan oleh Kabid Egovertment Rahmat, ST melaporkan bahwa tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini Tersusunnya Dokumen Rencana Induk Smart City Kabupaten Aceh Selatan, sehingga akan memberikan acuan bagi pengambilan kebijakan untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam menentukan konsep Smart city yang berkesinambungan, kegiatan ini di isi oleh nara sumber yang berasal dari tenaga ahli UIN Ar-raniry serta komunitas IT dari relawan TIK Aceh, ungkap Kabid Egov.




