Menurutnya anak remaja merupakan aset bangsa, ditangan merekalah bumi pertiwi ini akan diamanatkan. Oleh karena itu DPPKB Kabupaten Labuhanbatu membudayakan “Salam Genre” yang mengandung arti cegah/ hindari pernikahan dini, sex pra nikah dan napza. Program Genre (Generasi Berencana) bertujuan untuk meningkatkan usia perkawinan wanita 21 dan pria 25 tahun, agar remaja dapat menjalankan kehidupan yang lebih baik berkualitas di masa depanya.
“Pernikahan dini, kurangnya gizi pada ibu hamil dan jarak kelahiran merupakan penyebab terjadinya stunting pada anak,” sebutnya.
Untuk mendukung program nasional penurunan stunting di kabupaten labuhanbatu, dijelaskan Zaid Pemkab telah bentuk tim pendampingan keluarga (TPK), dimana TPK ini adalah ujung tombak atau aktor penting untuk percepatan penurunan stunting di indonesia.
“Oleh karena itu kepada seluruh ASN yang hadir agar dapat mendukung TPK kita yang di lapangan. TPK dikerahkan di seluruh daerah indonesia untuk menekan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024,” Jelas Zaid.




