“Penelitian menyatakan, gaya hidup pasif, yaitu gaya hidup yang lebih banyak duduk daripada bergerak, ternyata juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner,” katanya.
Ia juga menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk penyuluhan pendidikan untuk daerah di Labuhanbatu, serta melakukan pelatihan Basic Class Sport atau pertolongan pertama untuk awam maupun medis.
“Ini adalah program yang kami jalankan selama ini. Nantinya, kami akan melakukan Roadshow di Labuhanbatu untuk kegiatan sosialisasi ini, baik di instansi pemerintahan maupun di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu, dr.H.Erik Adtrada Ritonga,MKM mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada PERKI Sumut atas kepeduliannya melalui program Heart at Work untuk menekan faktor risiko serangan jantung di kalangan pekerja.
Bahkan, Pemkab Labuhanbatu bersedia membantu dan akan memfasilitasi hal-hal yang nantinya diperlukan oleh PERKI saat dalam pelaksanaan kegiatan, baik itu tempat, peserta maupun lainnya.




