Menurut Miron, Belum lagi soal dua rekening siluman RSUD Chasan Boesoirie yang di persoalkan hingga saat ini. Olehnya itu, DPD KNPI akan mengambil sikap tegas terhadap permasalah di RSUD Chasan Boesoirie, sehingga dalam waktu dekat bakal melakukan konsolidasi Akbar, untuk melakasanakan aksi di Polda Malut, Kejati Malut dan di RSUD Chasan Boesoirie di Ternate.
Tambah Miron, pasca aksi KNPI juga bakal mengundang gubernur Malut, BPK RI Perwakilan Malut, dan Kejati Malut untuk melaksanakan Konferensi pers untuk menuntaskan persoalan RSUD Chasan Boesoirie.
“KNPI akan mengawal kasus ini hingga tuntas, mulai dari aparat penegak hukum daerah hingga pusat,” tegas Miron.
Sekedar diketahui, perihal tersebut berdasarkan surat dari RSUD Chasan Boesoirie dengan Nomor 445/472/RSCHB/2023 tentang pemberitahuan pengalihan pelayanan resep BPJS yang ditujukan kepada Ka SMF, Dpjp, Ka ruangan rawat inap/rawat jalan, Ka instalasi terkait dengan menindaklanjuti surat dari PT kimia Farma apotek dengan nomor 135/KFA/BM-TTE/IV/2023 perihal penghentian pelayanan resep, dimana beritahukan bahwa mulai 1 mei 2023 untuk pelayanan resep di layani oleh apotik rumah sakit yang di tandatangani oleh wakil direktur SDM, Diklat dan umum RSUD dr Chasan Boesoirie, yakni DR Fasni Halil.(Adhan Pattisahusiwa)




