Jangan ikut ikutan membahas yang bisa menimbulkan gejolak keributan, apalagi menyangkut isu sara, media sosial tidak ada sistem penyaringan informasi terhadap hoax sehingga bisa menimbulkan dampak negatif,
“Masalah Pemilu, Prajurit tidak Boleh membahas siapapun calonnya, yang harus kamu lakukan adalah menjaga kondusivitas wilayah, kamu harus netral, jangan ada konflik karena pemilu.
Ibu-ibu dipersilakan memilih dan mengikuti pencoblosan, tidak ada yang mengarahkan ibu-ibu, biarkan ibu-Ibu bebas memilih siapa idolanya, karena setiap ibu ibu pasti memiliki idolanya sendiri,”
Kita TNI di tahun politik ini tetap netral, netralitas TNI harga mati, tidak ada yang memfasilitasi peserta pemilu untuk menggunakan kendaraan truk,bis, asrama dan perkantoran, karena fasilitas TNI tidak untuk digunakan sebagai sarana kampanye, tutup Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga sambil mengingat Prajurit dan ibu persit,
Mengakhiri kegiatan tatap muka Danrem dan Ibu melihat-lihat stand UMKM milik Persit KCK Cabang 37, dan melihat produk kerajinan yang dihasilkan oleh ibu Persit,(Adhan Pattisahusiwa).




