Soal hubungannya dengan Firli, Brigjen Endar secara personal mengaku tak punya masalah. Selama ini sebagai anak buah, Endar mengaku selalu menjalani tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Hubungan saya dengan Pak Firli tidak ada masalah, termasuk dengan yang pimpinan lain. Kadang memang ada perbedaan pendapat, kadang ada kesamaan pendapat. Hal biasa. Kan kita setiap hari sering rapat dengan beliau. Jadi secara organisasi antara anak buah dan pimpinan tidak masalah,” katanya.
Akan tetapi kini dirinya mengakui kalau sangat kecewa dengan putusan pemberhentian atas tugas sebagai Direktur Penyelidikan KPK. Oleh karena itu, Endar kemudian berusaha mencari penjelasan lewat pengaduan kepada Dewan Pengawas KPK, dan kini tengah melakukan gugatan hukum ke PTUN.
Dia tak mau menjawab saat ditanya apakah benar sengaja disingkirkan karena perbedaan pendapat di kasus Formula E. “Kalau merasa disingkirkan, saya enggak bisa dijawab di sini, karena terlalu subjektif.”
Brigjen Endar yang pasti nantinya akan menghormati putusan Dewas dan PTUN soal kasusnya. Dirinya hanya ingin tahu apakah mekanisme pemberhentian dirinya sudah sesuai aturan atau justru ada pelanggaran yang dilakukan pimpinan KPK.(Wiwin Hendra)




