“Dengan kucuran dana yang begitu besar, namun tidak sebanding dengan hadiah atau uang pembinaan yang diterima pemenang maupun honor dewan juri, itu kan sama saja menghina narasi publik,” kata Yahya Harahap.
“Seharusnya anggaran yang tidak sedikit itu cukup untuk memberangkatkan para juara umroh beneran, dan cukup untuk membayar honor dewan hakim tanpa ada rasa mengeluh” tambahnya.
“Hadiah voucher umroh 2,5 juta, kemudian LPTQ sudah mengkonfirmasi kalau voucher tersebut tidak bisa diuangkan, artinya kan kalau voucher itu mau digunakan otomastis pemenang harus mengeluarkan biaya sangat besar lagi untuk melaksanakan umroh,” ungkapnya lagi.

“Kalau begitu Itu sama saja apa pun ceritanya yang untung besar ya pihak Travel,” sambungnya.
Yahya pun mempertanyakan kemana aliran anggaran milliaran yang ada dipergunakan oleh panitia, Ia menduga ada main mata antara panitia bersama pemilik sound system, panggung rigging dan pihat Travel.
“Anggaran miliaran itu kemana peruntukannya? Kemudian tentukan ada lagi bantuan tambahan dari sponsor seperti, travel, perusahaan, dan tokoh masyarakat, sangat banyak bantuan biaya pada acara MTQ tersebut, tapi pada pelaksaannya sangat tidak layak” kata Muhammad Yahya.




