Ia mengatakan sistem audisi dilakukan untuk menghasilkan para calon qori dan qoriah anak-anak yang memenuhi kualifikasi standar penilaian lomba secara nasional.

Animo santri untuk mengikuti audisi relatif baik karena yang mendaftar di atas75-an orang dan jumlah itu mengalami peningkatan signifikan di banding tahun sebelumnya.
Sistem audisi baru pertama dilakukan SCTV, ya dari evaluasi nanti akan dijadikan program tahunan dalam menjaring qori qoriah terbaik sebelum mengikuti lomba , ujarnya.
Menyinggung pembinaan santri pendidikan Islam, panitia peyelenggara memiliki program kerja untuk pemasyarakatan baca tulis Alquran di kalangan anak usia dini.
SCTV dan Kemenag mengajak pengurus ponpes pendidikan Alquran yang mencapai puluhan orang di Sum Sel menjadi aset penting dalam membina karakter generasi muda yang Islami melalui pendidikan baca tulis Alquran, ujar panitia.(M.Tahan)




