Dalam kesempatan yang sama juga, Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Ir. Sukandar MM mengatakan, narkoba itu bentuknya bisa padat maupun cair dan distimulasi menjadi uang, itulah yang akan digunakan sebagai stimulan dari sabu-sabu, barang ini tidak diproduksi di Aceh, tetapi datangnya dari luar negeri.
Lanjutnya, yang kebetulan kemarin bulan januari saja sudah tertangkap oleh BNN provinsi itu sebesar 9 kg, lalu dibagi 1 gram dikonsumsi 5 orang dan itu yang sudah paket segar, kalau paket hemat 1 gram bisa dikonsumsi 10 orang, kalau kita pakai konversi 5 orang 1 gram, kalo 9 kg itu 9.000 gram dikali 5 maka 45.000 orang terselamatkan.
Bukan hanya itu saja, polda Aceh pun menangkap sekitar 20 kg, dari narkotika mabes polri itu 140 kg, Angkatan Laut Lhokseumawe itu 45 kg, jadi memang daerah Aceh ini terutama di wilayah timur, semenanjung timur, itu betul-betul berperan terhadap masuknya narkotika dari luar, ujar Sukandar.
Sambungnya, Aceh Selatan ini termasuk daerah penyerapan, meskipun kecil, walau penggunaan nya hanya beberapa gram.




