Sementara itu dari keterangan RO (45), kelompok orang yang tersebut merupakan orang suruhan dari RSS yang mengaku pemilik lahan tersebut, disini kami hanya menunggu tanah saja dan kami dapat perintah dari pak Hantje (71) karena sepengetahuan kami pemilik tanah ini beliau dan yang menyuruh kami tinggal dan berkebun di tanah ini bapak Hantje.
“Kami tinggal di sini dari tahun 2015 dan tidak ada yang mengusik, tapi sekarang semenjak banyaknya sekelompok orang yang datang kesini terhitung dari hari Senin 16/1/2023 sampai sekarang, kami merasa resah dan dari kejadian ini kami tidak dapat melakukan aktivitas layaknya orang normal karena pintu pagar digembok oleh rombongan orang-orang tersebut,” ujar Ro.(M.Tahan)




