Sebuah studi klinis juga mengungkap pemberian LSD kepada sukarelawan meningkatkan emosi yang ditimbulkan oleh musik. Para sukarelawan cenderung melaporkan perasaan takjub, transendensi, dan kelembutan.
Studi pencitraan otak juga menunjukkan mengonsumsi LSD sambil mendengarkan musik, mempengaruhi bagian otak yang mengarah pada peningkatan citra visual kompleks yang diilhami oleh musik.
Genre musik dan pilihan narkoba
Lebih lanjut, studi yang dilakukan Ian bersama ketiga rekannya, yaitu Harry Sumnal dari John Moores University dan Suzy Gage yang merupakan dosen Liverpool University, juga mengungkapkan hubungan musik dan obat-obatan.
“Representasi narkoba dapat berfungsi untuk menormalisasi penggunaan bagi beberapa pendengar, tetapi narkoba dan musik adalah cara ampuh untuk memperkuat ikatan sosial. Keduanya memberikan identitas dan rasa terhubung antara orang-orang,” kata tim peneliti.
Berdasarkan studi yang dimuat di situs Addiction.com, ganja jadi narkoba pilihan bagi musisi di hampir semua genre, mulai dari EDM, hip-hop, pop, hingga rock.




