Hubungan antara narkoba dan musik juga tercermin dalam lirik dan cara lirik ini disusun oleh musisi. Beberapa di antaranya tidak diragukan lagi dipengaruhi oleh jumlah heroin, kokain yang mereka konsumsi, seperti yang terkadang diungkapkan oleh lagu mereka.
Misalnya, genre psikedelik rock tidak akan pernah muncul tanpa narkotika jenis Lysergic Acid Diethylamide (LSD); house music dengan ketukan 4/4 yang berulang akan tetap menjadi selera musik terbatas jika bukan karena narkoba jenis MDMA seperti ekstasi dan molly yang sempat tenar pada era 1980-an.
Ian menjelaskan mendengarkan musik saat ‘di bawah pengaruh’ narkoba dapat membuatnya terdengar lebih enak. Namun, penelitian terbaru menunjukkan tidak semua jenis narkoba bisa menghasilkan efek yang diinginkan.
Keseimbangan antara dua senyawa utama dalam ganja yaitu tetrahydrocannabinol dan cannabidiols, memengaruhi hasrat pada musik dan kesenangannya.
Pengguna ganja mengungkapkan mengalami rasa senang yang lebih besar dari musik saat mereka menggunakan ganja yang mengandung cannabidiol (semacam minyak ganja) ketimbang saat tanpanya.




