Masih melalui pidato tertulis Menteri Agama, Bupati Erik juga menyampaikan bahwa pada tahap ke-77 tahun 2023 ini Kemenag telah mencanangkan tagline “Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat”. Tugas berat mesti ditunaikan oleh seluruh ASN Kementerian Agama, kerukunan sangat fluktuatif dan dinamis, kerukunan sering menguji kita lebih-lebih menjelang pemilu 2024 sejatinya kerukunan adalah prasyarat pembangunan nasional.
Di tahun politik ini potensi terjadi ketidak kerukunan di masyarakat akibat pilihan politik yang berbeda tetap saja ada, politisasi agama makin sering dilakukan untuk meraih efek elektoral. Politisasi tempat ibadah sebagai ajang kampanye sudah mulai terjadi.
Penggunaan politik identitas menjelang pemilu harus diantisipasi dan dimitigasi agar kerukunan umat tidak ternodai. Kita harus belajar pada pesta demokrasi sebelumnya di mana masyarakat terbelah yang hingga kini masih bisa dirasakan terutama di media sosial.
Keluarga besar Kementerian Agama bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai agar perjalanan dan tahapan pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya. Untuk itu semangat merawat kerukunan umat harus digelorakan seluruh ASN Kementerian Agama.




