“Ancaman dan hambatan dalam pengabdian TNI AD tentu saja berbeda pada tiap generasi, hal ini tentu saja menuntut prajurit untuk mengasah segala kemampuannya di segala bidang terutama dalam pengabdian kepada bangsa dan negara agar keutuhan NKRI tetap terjaga.
Dalam pengabdiannya Prajurit TNI AD harus selalu berdiri dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara serta Rakyat Indonesia dan jangan menjadi alat suatu golongan.

“Manfaatkan hari Juang Kartika sebagai landasan untuk pengabdian yang lebih baik lagi kepada rakyat, Bangsa dan negara dengan tulus dan ikhlas. Karena rakyat adalah Ibu Kandung dari TNI.
Selaku generasi penerus TNI AD yang mengabdi para zaman yang berbeda, ancaman dan tantangan yang kita hadapi tentu saja juga berbeda dan cenderung semakin kompleks. Namun nilai-nilai kejuangan yang terkandung di dalam Palagan Ambarawa tetap relevan untuk kita warisi dan implementasikan dalam menghadapi tantangan tugas di era modern dengan karakter perubahan dan ketidakpastian.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi segala amal bakti dan pengabdian kita semua kepada Bangsa dan Negara Indonesia tercinta.(Wiwin Hendra).




