
“Selain melakukan pembunuhan yang bersangkutan juga merupakan kasus begal dan curas hingga menjadi dpo polsek sukarami dan ada tiga laporan polisi,”bebernya.
Sementara pengakuan tersangka, setelah membunuh dirinya melarikan diri ke medan, berkerja sebagai kuli bangunan dan serabutan. Dirinya pulang karena rindu dengan kedua anaknya sudah delapan bulan pergi.
“Aku balik ke Palembang sejak sebulan lalu karena kangen dengan anak Pak,” ungkap tersangka Anton, Kamis (1/12/2022).
Sebenarnya, kata tersangka, yang terlibat ribut mulut adalah temannya yang bernama Adit.
“Aku melerai mereka. Awal ribut di Kafe Moris dan dikejar sampai ke Simpang Lampu Merah Soekarno-Hatta,” ujar tersangka.
Lalu, menurut tersangka, setelah korban balik lagi ke arah Pulo Gadung, ternyata bertemu dengan pelaku Abdul Sansi dan Adit (DPO). Katanya.(Rhm).




