
Dalam sambutan, arahan dan sekaligus pembukaan dari Dirjen Bina Bangda yang diwakili oleh Sesditjen Bina Bangda Kemendagri Sri Purwaningsih, SH., MAP atau kerap disapa Nining menyampaikan bahwa “Melalui kegiatan evaluasi Pendampingan Terpadu diharapkan dapat meminimalisir hambatan koordinasi para pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat kelembagaan yang efektif dalam peningkatan kualitas intervensi layanan bagi setiap sasaran prioritas stunting dan juga menindaklanjuti beberapa rekomendasi hasil Pemantauan Terpadu terutama jika masih ada hambatan terkait koordinasi lintas sektor di daerah”.
Kegiatan ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan moderator dari Kemenko PMK Ibu Wahyuni. Adapun narasumber yang hadir secara luring (offline) adalah lain Ibu Jelsi Natalia Marampa Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Ibu Ari Setwapres, Pak Arifin Efendi Hutagalung Analis Kebijakan Ahli Madya Selaku Koordinator Substansi Kesehatan Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Ibu Yuni Kemenkes dan Bapak Agus dari BKKBN Pusat.
Masing-masing narasumber menyampaikan hasil rumusan pedampingan terpadu : (a) Ibu Jelsi Natali Marampa Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko, hasil pemetaan di Provinsi Banten dan Jawa Barat; (b) Ibu Ari dari Kantor Setwapres menyampaikan proses Pendampingan Terpadu yang dilaksanakan mulai dari persiapan sampai pasca pendampingan pada Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Barat ; (c) dari Kemendagri Bapak Arifin Efendi Hutagalung/Analis Kebijakan Ahli Madya selaku Koordinator Substansi Kesehatan Ditjen Bina Bangda Kemendagri, disampaikannya hasil dari Pendampingan Terpadu pada Provinsi Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat; (d) Dari Kemenkes Ibu Yuni, menyampaikan hasil Pendampingan Terpadu di Provinsi Aceh, NTT dan Provinsi Jawa Timur; (e) Pak Agus dari BKKBN menyampaikan hasil pendampingan terpadu di provinsi Jawa Tengah, NTB, Sultra.




