Masih dikatakan Sandi tidak sampai disitu, setelah disepakati uang Rp 150 juta, justru oknum tersebut berubah lagi dan memintanya untuk menyiapkan uang lebih dari 150 juta hingga 1,5 miliar kalau tidak toko Sandria Motor akan ditutup secara paksa dan akan ditindak lanjuti tim mendengar hal itu dirinya hanya tersenyum sebab tidak tahu apa maksudnya. “Kok bisa mereka seperti apa kapasitas mereka sampai mengancam akan menutup toko saya,”
“Semua bukti rekaman percakapan serta bukti lainnya dengan oknum itu telah Kami simpan dan sudah kami pindahkan ke plash disc jika sewaktu waktu diperlukan akan Kami beberkan semua apa di balik semua ini,”tegas Sandi.
Sandi sempat ingin melapor ke polisi karena merasa akan di peras namun saat ia akan mau melapor polisi ternyata tidak bisa karena belum menyerahkan uang yang diminta.
Dari rangkaian peristiwa sidak itulah makanya Sandi melaporkan Lurah Bayung Lencir ke polisi karena memimpin sidak. “Kepada pak Lurah Bayung Lencir yang saya hormati dan banggakan kenapa saya melaporkan bapak ke polisi dan Inspektorat. Alasannya karena saya takut jabatan bapak itu dimanfaatkan oknum – oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepentingan untuk mendapatkan uang,”bebernya.




