Kita menganalisis secara by data and by addres, BPS mempublis data kemiskinan Aceh Tenggara tahun 2021 13,41%, justru ditahun itu meningkat kalau dibandingkan dengan tahun 2020 di 13,21%. Predikat ini yang membuat masyarakat menilai ketidaksiapan dan ketidak sanggupan pemimpin Aceh tenggara dalam menyelesaikan problematika ekonomi rakyat, padahal yang paling utama rakyat mengharapkan adanya perkembangan dan perbaikan ekonomi karena ini akar dari persoalan kemiskinan untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi kegagalan ini juga karena faktor banyak pihak disana yang mengintervensi bupati dan wakil bupati.
Oleh karena itu, saya berfikir perlu adanya sosok tokoh baru yang tidak bernoda dan tidak di intervensi oleh pihak-pihak borjuis bahkan penguasa di kabupaten tersebut. Tak bisa dipungkiri Aceh Tenggara hampir selalu dipimpin dari keluarga ke keluarga saja ini tentu bukti praktik nepotisme masih tinggi dan kesadaran rakyat akan kepemimpinan masih tinggi bodoh amatnya.
untuk mengnahkodai bumi sepakat segenap di periodesasi 2024-2029, sosok ini saya melihat sekilas yahdi hasan yang saat ini menjabat periode ke-2nya sebagai anggota DPRA dapil 8, yahdi hasan masyarakat asli agara, tokoh yang sangat sederhana dan dekat dengan rakyat ini sedang dibicarakan di meja kopi ke meja kopi, selama mejabat banyak hal diperbuat, seluruh dana aspirasinya disalurkan tepat sasaran dan dirasakam oleh rakyat, ini bukan saya yang menilai semata saja tapi rakyat yang saya jumpai di meja kopi juga mengatakan hal demikian.




