Sebagaimana data yang ditunjukkan oleh BPS bahwasanya sektor pertanian sampai saat ini masih menjadi sektor andalan yang secara umum memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Aceh Selatan, kata Bupati.
“Melalui peremajaan, atau replanting, diharapkan dapat mendorong produktivitas dan juga meningkatkan kualitas kebun sawit. Peremajaan sawit pekebun juga merupakan program strategis nasional, sebagai bentuk upaya pemerintah untuk membantu pekebun dalam memperbaharui perkebunan mereka dengan berkelanjutan dan berkualitas, serta mengurangi risiko pembukaan lahan illegal,” ungkap beliau
Adapun sesuai Surat Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, kabupaten Aceh Selatan diberikan target realiasasi rekomendasi teknis seluas 500 hektar pada tahun 2022, hal ini membuka peluang untuk mendapatkan bantuan bagi peremajaan kebun kelapa sawit rakyat, tentunya dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan yang ditetapkan.
“Hal ini memerlukan persiapan yang matang serta sinergi dan kerjasama dari seluruh pihak, oleh sebab itu, pada kesempatan ini Bupati menekankan bahwasanya diperlukan keseriusan dan kesungguhan dari kita semua, baik dari SKPK terkait, kepala BPP, keuchik, pengurus koperasi dan gapoktan, agar program peremajaan ini dapat berjalan dengan optimal,” tutup Tgk.Amran.




