Warga yang melihat kejadian itu sontak histeris hingga berdatangan ke lokasi. Lantaran warga marah dan emosi karena pelaku mengacungkan parang.
Kemudian, seorang warga dengan sigap merebut parang dari tangan pelaku. Tanpa di komandoi warga lainnya terus menghakimi pelaku hingga berdarah-darah.
Personel yang tiba di lokasi membawa ketiganya ke RS Bhayangkara di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, Sumatera Utara.
Untuk korban dilakukan otopsi. Pelaku dan anaknya dapat perawatan medis. SA mendapat 16 jahitan karena luka dibeberapa bagian tubuhnya.
“Barang bukti yang ditemukan 2 unit betor dan sebilah parang. Personel masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M Agustiawan. (RIL Bonni/M.Tahan)




