Menurut warga Setempat, saat ini aktivitas pertambangan belum berhenti walaupun dilakukan penggerudukan oleh warga. Tetapi, kata dia, jika dilihat secara langsung di lokasi, dampak pencemarannya kemungkinan sudah parah.
“Aliran Sudah Parah Air irigasi dangkal Serta tercampur bahan kimia sehingga padi pun tidak tumbuh sempurna, Sekalipun sudah ada perjanjian Gati rugi , itu hanya alakadar tidak sesuai harapan, meski berkali kali di tagih, jawab nya cuma nanti dan nanti saja” Ujar warga dengan nada emosi

Pernyataan Masyarakat itu senada dengan dugaan yang diungkap beberapa Ormas dan media Lembaga Lingkungan Hidup, Serta BPAN-LAI, yang telah menginvestigasi dampak dari tambang emas yang dilakukan PT SBJ di kabupaten Lebak Banten. Aktivitas pertambangan itu Sudah Sangat Merugikan masyarakat.
Jhon Dany, Selaku Anggota perwakilan dari BPAN-LAI sangat prihatin atas pengaduan masyarat yang terdampak PT tersebut dan mencoba berusaha meredam emosi warga
“kami Sudah kelokasi dimana PT SBJ beraktivitas , bahkan tadi coba kompirmasi pihak humas , namun ybs (Humas-red) sedang ada giat di luar” ujar nya




