Menhan pun menjelaskan pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia telah menyebabkan berbagai kerusakan dan kehancuran serta gangguan terhadap perekonomian dunia dan suplai pangan dunia sebagai komoditas strategis negara.
Namun demikian, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang mampu mengatasi pandemi dan bertahan dalam perubahan perekonomian dunia.
Dalam upaya ini, peran TNI dibutuhkan sebagai salah satu tulang punggung negara dan benteng terakhir kedaulatan yang telah terbukti berkali-kali.
“Pemerintah menyadari, TNI merupakan institusi vital bagi Indonesia. Oleh karena itu Kemhan berupaya keras untuk membangun kekuatan pertahanan yang kuat dan handal,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, Menhan Prabowo Subianto didampingi Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan Negara Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Asisten Khusus Menhan Bidang Matra Laut Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan, Staf Menhan Marsekal TNI (Purn) Imam Supaat, Letjen TNI (Purn) AM Putranto dan Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo. (M.Tahan)




