“Mau…!” serempak ratusan siswa menjawab sembari mengangkat tangannya.
“Kalau mau jadi doktor seperti Pak Edi Yandri, yuk kita banyak membaca. Karena dengan membaca kita bukan hanya membuka jendela dunia, tapi juga menanamkan ilmu ke dalam diri dan membentuk kebiasaan positif,” kata Tri memotivasi para siswa itu.
Di akhir penyampaiannya, Tri menyebutkan diperlukan inovasi dan peran serta aktif para pemangku kepentingan untuk membangkitkan minat membaca masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandri, dalam paparannya turut mengamini ajakan Bupati yang disampaikan Tri Kurnia. Dikatakan Edi, kemampuan literasi suatu bangsa linier dengan kemajuan bangsa tersebut.
Edi yang merupakan doktor Ilmu Komunikasi tersebut mengajak para siswa untuk memanfaatkan teknologi digital guna memunculkan kebiasaan membaca.
“Namun kita harus bijak dan berhati-hati. Karena tidak semua konten bahan bacaan digital berisi bahan yang membangun, bahkan malah sebaliknya, tidak relevan dan tidak memberikan informasi yang beredukasi,” urainya.




