Lebih lanjut dikatakannya, pelatihan tersebut merupakan bagian dari peran Bank Indonesia dalam meningkatkan akses dan jangkauan UMKM terhadap perbankan. Serta melihat pengembangan industri kreatif tenun songket, dapat menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru yang cukup berpotensi di Provinsi Aceh.
“Saat ini kesempatan sudah terbuka lebar, tinggal Kita saja bagaimana cara kenggunakan sebaik-baiknya. Kami optimis dengan berkolaborasi, Kita bisa menangkap peluang untuk hari depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Field Manager Rantau, Luqman Arif selaku tuan rumah pelaksanaan berharap pelatihan ini dapat memberi kesempatan bagi penenun songket untuk memunculkan kreativitas, pengetahuan dan kemampuan dalam membuat tenun songket.
“Nantinya para penenun dapat mengembangkan udaha berkelanjutan dan melestarikan budaya melalui kerajinan tenun. Menjadi kelompok yang mandiri, lebih maju dan bisa menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan berdaya saing”, sebut Luqman dengan harap.




