Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan para pemangku kepentingan lintas sektor ikut berpartisipasi dalam penanggulangan wabah PMK di Bumi Muda Sedia.
Rahmandi mengatakan, meski angka sapi terinfeksi tinggi, namun angka kematian masih rendah.
Ia optimis penanggulangan secara terpadu dapat membebaskan kembali Aceh dan Indonesia dari PMK ini.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, Ibrahim menyebutkan, petani/peternak dan masyarakat perlu diberikan edukasi kembali tentang potensi, risiko dan cara penanggulangan PMK tersebut.
“Perlu ada edukasi supaya petani/peternak dan masyarakat kita paham tentang penyakit ini.
Bisa melalui penyuluhan dan media informasi yang ada,” sebutnya menerangkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Safuan dalam keterangan persnya kemarin menjelaskan, lebih dari 1.800 ekor sapi di Aceh Tamiang terinfeksi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dari total populasi sapi yang berjumlah 45 ribuan ekor. dari jumlah tersebut, sebanyak 11 ekor di antaranya mati akibat dengan gejala khas serangan penyakit tersebut.




