Selain itu kata Masri, Pengelolaan BUMG 90 persen gagal tidak berjalan/vakum, bahkan banyak menimbulkan masalah, begitu juga dalam pengelolaan informasi dan kegiatan lain nya.
Kasmidi, perwakilan masyarakat lain nya, juga mengungkapkan pelaksanaan bimtek hanya menghambur hamburkan uang desa, tidak memberikan manfaat apapun terhadap perubahan desa,
Pelaksanaan Bimtek hanya untuk menghanburkan uang desa, tidak ada manfaat nya, tidak ada perubahan di desa, ungkap Kasmidi.
Bahkan kata Kasmidi, biaya yang digelontorkan untuk ikuti Bimtek satu peserta capai Rp 5 juta, jelas biaya tersebut tidak realistis untuk mengikuti pelatihan 2 hari di laksanakan di Aceh Timur, kita bisa menghitung berapa biaya kamar hotel, konsumsi dan ATK yang berikan kepada peserta.
Biaya Rp 5 juta untuk setiap peserta tidak realistis dan berpotensi terjadi nya mark up anggaran, beber Kasmidi.
Dianggap tidak urgent dan relevan dilaksanakan Bimtek ditengah pandemi covid-19, kondisi ekonomi masyarakat sedang sekarat serta kegiatan Bimtek tidak bermanfaat hanya mengahmburkan hamburkan uang rakat, para perwakilan berbagai elemen masyarakat minta Pemerintah Aceh Timur untuk mengehentikan kegiatan bimtek atau apapun jenis pelatihan nya.



