“Karena minta antar saya pun mengiyakannya, dan saya turun membuka pintu belakang ambulans, supaya ibu itu naik lewat belakang,” katanya.
Namun, ketika sedang membuka pintu belakang, seluruh penumpang minibus turun serta buru-buru naik mobil ambulance dan seorangnya langsung duduk di kursi supir ambulance.
Disaat itulah tiba-tiba mobil ambulance telah tancap gas, padahal Asrul masih ingin menutup pintu mobil ambulance yang awalnya dikemudikannya.
Mengetahui itu, Asrul menaiki mobil mini bus warna silver milik keempat warga tersebut yang secara kebetulan kuncinya masih berada dalam mobil.
Dengan tergesa gesa, Asrul pun menancap gas dan mengejar ambulance dengan menggunakan mobil pelaku.
Setelah berlalu beberapa lama dengan kejar-kejaran, Asrul menemukan mobil ambulance itu berada di salah satu rumah di Kampung Gentur, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat mendatangi rumah tersebut, Asrul pun menemui keluarganya dan berbincang. Namun, dengan kagetnya jika sopir yang membawa mobil ambulans tersebut memiliki gangguan kejiwaan.




