Diakuinya, akses jalan utama menuju desa mereka memang sangat mengkhawatirkan dan terisolir. Sehingga, jangankan kenderaan roda empat, kendaraan lainnya juga sangat sulit menuju ke sana.
“Desa kami terisolir, jalan rusak, kendaraan termasuk ambulans tidak bisa masuk ke sana. Makanya kami tandu ibu ini,” ujarnya.
Ditambahkan A-Jun (30) suami FN, mengaku sedih atas kejadian yang menimpa isterinya, apalagi melihat anak keduanya dilahirkan di jalan yang dipenuhi dengan lumpur akibat hujan.
“Terima kasih kepada keluarga dan warga yang rela memikul istri saya dengan tandu. Harapan saya Pemkab Manggarai Barat dapat memperhatikan jalan ke desa kami,” harapnya.
Sementara, Kepala Puskesmas Datak, Benyamin Kefi mengakui FN bersama anaknya tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Datak. (Red/int)




