Tak hanya sampai di situ, Condrat kemudian menyebut salah satu tradisi di Nias, yaitu menyerahkan perawan calon istri kepada orang tua, sebagai bentuk penghormatan.
“Mari kita pelajari tentang suku bangsa Nias dengan suku lain di kota Medan, di Sumatera Utara seperti itu. Dulu ada di tanah Karo, orang Nias, anak muda sudah dianggap saudara atau karyawan kemudian membunuh satu rumah itu marga Sembiring,” kata Condrat dalam video itu.
Condrat menyebut dia juga pernah berkomunikasi dengan seorang tokoh agama tentang kebudayaan Nias. Condrat mengatakan jika kebudayaan Nias itu rentan dengan intervensi iblis.
“Saya bilang memang budaya Nias ini sangat rentan terhadap masuknya intervensi iblis. Termasuk tari perang, dia menari saja sudah ada perang. Menari itu kan harusnya indah,” ucap Condrat.
Tak hanya sampai di situ, Condrat kemudian menyebut salah satu tradisi di Nias, yaitu menyerahkan perawan calon istri kepada orang tua, sebagai bentuk penghormatan.
“Ibu (tokoh agama) itu menceritakan dengan saya bahwa di Nias itu ada masih berlaku hukum yang menghormati orang tua. Memberikan kepada orang tua yang terbesar, ketika anak laki-laki menikah, perawannya harus dikasih dengan bapaknya. Itu mengerikan. Jadi saya mengajak Himni menyelesaikan masalah ini dengan holistik,” tutur Condrat.




