“Saya tidak berada di pihak A ataupun pihak B. Saya hanya ingin memastikan situasi tetap kondusif dan seluruh persoalan diselesaikan melalui jalur yang benar,” bebernya.
Menanggapi narasi yang berkembang di media sosial terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam pengambilan sejumlah ternak sapi, Dandim menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan personel TNI sebagaimana yang dituduhkan.
Menurutnya, keberadaan personel di lokasi saat itu hanya sebatas pengamanan guna mencegah terjadinya benturan antar kelompok masyarakat.
“Saya tegaskan sampai saat ini tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam pengambilan lembu tersebut. Kalau ada personel yang berada di lokasi, keberadaannya dalam rangka pengamanan agar tidak terjadi konflik antar kelompok masyarakat,” cetusnya.
Meski demikian, Kodim tetap melakukan pendalaman terhadap keberadaan personel yang terlihat di lokasi kejadian sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
“Kami tetap melakukan pengecekan secara menyeluruh. Kalau memang ada hal yang perlu dijelaskan kepada publik, tentu akan kami sampaikan secara terbuka,” urainya.




