“Kami akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memberantas narkoba. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan wilayah dan masa depan generasi muda,” tuturya.
Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam coffee morning tersebut adalah polemik lembu viral yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik.
Dandim menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada 17 Mei 2026 dan kedua pihak yang berselisih telah melaporkan perkaranya ke Polres Labuhanbatu.
Setelah melakukan komunikasi dengan para pihak yang terlibat, Dandim menyimpulkan bahwa perkara tersebut merupakan konflik antara pihak berinisial MS dan pihak berinisial J terkait kepemilikan sapi dan lahan.
“Saya sudah mendengar langsung penjelasan dari kedua belah pihak. Kesimpulan yang saya dapat, ini merupakan konflik antara dua pihak terkait persoalan sapi dan lahan. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik yang menyeret institusi,” jelas Hanung.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berada pada posisi membenarkan ataupun menyalahkan salah satu pihak.




