“Belum selesai satu persoalan, muncul lagi persoalan baru. Publik sebelumnya menyoroti persoalan anak magang, berkembang isu dugaan HP dan narkoba, sekarang muncul pertanyaan terkait anggaran. Tentu masyarakat bertanya, ada apa sebenarnya di Lapas Narkotika Pematangsiantar?” tegas Bobby Sihite.
Ia menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menuduh adanya penyimpangan. Namun menurutnya, jika rentetan persoalan terus bermunculan dalam satu institusi, maka kondisi tersebut sudah layak menjadi perhatian serius.
“Kalau satu persoalan muncul mungkin masih dianggap dinamika. Tapi kalau persoalan demi persoalan terus berkembang dan muncul ke ruang publik, ini tidak boleh dianggap biasa. Jangan sampai publik menilai ada sesuatu yang tidak beres karena semuanya seolah muncul bersamaan,” ujarnya.
Bobby juga mempertanyakan dasar perhitungan anggaran yang disebut dibuat untuk kurang lebih 1.019 orang, sementara jumlah warga binaan sekitar 945 orang.
“Ini anggaran negara, uang rakyat. Pertanyaannya sederhana, dasar perhitungannya apa? Karena selisih itu bukan angka kecil. Publik berhak mengetahui agar tidak menimbulkan persepsi negatif,” katanya.




