
Ia juga menambahkan bahwa apabila perusahaan tidak dapat memenuhi seluruh tuntutan tersebut, maka pihaknya mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku, termasuk penghentian sementara operasional perusahaan apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Masyarakat yang hadir dalam aksi tersebut juga menyampaikan keresahan mereka atas keberadaan pabrik kelapa sawit tersebut. Warga mengaku merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Kami sebagai masyarakat merasa tidak nyaman dengan keberadaan PKS PT. MJS ini. Karena itu kami siap mengawal persoalan ini sampai tuntas,” ujar salah seorang warga dalam aksi tersebut.
Massa aksi menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan semata-mata untuk mencari konflik, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial demi menjaga lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, serta memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
Mereka juga menyatakan tidak akan berhenti sampai seluruh tuntutan dipenuhi dan siap melaksanakan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak perusahaan maupun pemerintah terkait.
(S.Hadi Purba)




