“Ini merupakan amanah besar dari Presiden. Kita di daerah harus memastikan pelaksanaannya berjalan dengan benar, higienis, dan tepat sasaran. Jangan sampai terjadi insiden seperti yang pernah terjadi di daerah lain,” tegas Sekda.
Rapat evaluasi tersebut menghasilkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait. Pertama, Sekda menyampaikan rencana untuk mengundang para pengelola dapur guna memastikan ketersediaan dan keakuratan data dari seluruh pengelola dapur MBG. Data tersebut nantinya akan disinkronkan dengan dinas dan lembaga terkait.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan melakukan evaluasi terhadap pembangunan dan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan seluruh dapur pengelola memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Di sisi lain, Sekda juga mendorong agar bahan pangan yang digunakan dalam program MBG—seperti sayur-mayur, beras, ikan, dan telur—diprioritaskan dari hasil produksi lokal.




