Disampaikan Wabup Jamri, kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang produktif. Kerukunan menjadi kekuatan kolaboratif yang mampu merajut perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial guna mendorong kemajuan bangsa.
“Delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas dan krusial, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan nilai kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, hingga memastikan agama menjadi sumber solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Wabup saat membacakan sambutan Menteri Agama RI.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus membangun fondasi “Kemenag Berdampak” melalui berbagai program nyata, di antaranya transformasi digital layanan keagamaan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan ekonomi umat juga dilakukan melalui pemberdayaan pesantren serta optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana kebajikan lintas agama.




