Sumsel.OKI, Nusnet.news-Tikar Purun Pedamaran berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kerajinan anyaman tradisional ini sudah ada sejak abad ke-19 (sekitar tahun 1870), pada masa kolonial Belanda. Bahan bakunya, purun (Eleocharis dulcis), adalah tumbuhan rumput yang tumbuh liar di dekat air atau rawa-rawa di sekitar Kabupaten Ogan Ilir dan OKI .
Di Pedamaran, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, masyarakat telah lama menganyam tikar purun dan memanfaatkan sumber daya alam lainnya seperti ikan dari lahan gambut. Keterampilan menganyam tikar purun diwariskan turun-temurun, terutama kepada anak perempuan. Bahkan, Pedamaran dikenal sebagai “Kota Tikar” karena produksinya yang tersebar luas .
Namun, keberadaan tikar purun Pedamaran terancam oleh perluasan perkebunan sawit yang menyebabkan perubahan lingkungan dan berkurangnya bahan baku. Hal ini juga berdampak pada penurunan pendapatan para pengrajin karena harga jual yang rendah jadi kepada pengusah dan pemerinta bisa membantu mareka
[M.TAHAN]




