Terungkap dari ibu Lansia yang sudah tua renta yang minta nama nya dirahasiakan mengatakan , mereka dikumpulkan setiap bulan dan hanya mendapatkan kue basah satu biji, Semangka satu potong, Aqua satu gelas, dan teh manis.
Tindakan Pangulu Nagori Dolok marlawan dalam merealisasikan anggaran penyelenggaraan posyandu diduga kuat tidak sesuai sfesipikasi dan sarat korupsi dalam hal melayani para orangtua yang sudah lanjut usia ( lansia).
Ada juga paket kegiatan pelatihan bidang kesehatan, dengan anggaran Rp.7,5 juta, yang kegiatannya diduga kuat tidak sesuai dengan petunjuk teknis, karena pelaksanaan tidak melibatkan pihak dinas kesehatan atau orang yang berkompeten yang sudah memiliki sertifikat narasumber.
Selanjutnya, pos kegiatan penguatan ketahanan pangan tingkat desa, (lumbung desa, dll) sebanyak dua kali penganggaran, yakni tahap I, Rp.88.891.551, dan tahap II, Rp. 99.580.908.
Yang pelaksanaannya tidak jelas peruntukannya, sehingga menjadi pertanyaan bagi elemen masyarakat.
Kemudian, pengelolaan Lingkungan hidup desa menelan dana Rp.15.350.000, uraian pelaksanaan kegiatan terkesan tertutup sehingga tidak diketahui lapisan masyarakat.




