Namun, setelah jagung dikeringkan di mesin yang ada di Sentra IKM Pengolahan Jagung, tingkat penyusutannya terlalu tinggi, yakni, hingga 28 persen dari total yang akan dikeringkan.
“Pernah awal-awal buka, mesin pengeringan dioperasikan. Tapi penyusutannya sampai 28 persen. Jadi gak ada yang mau. Sejak saat itu, (mesinnya) tidak pernah lagi difungsikan,” ucap Sanggam Manik.
Lebih lanjut Sanggam Manik mengatakan, sejak ia menjalin kerja sama dengan Sentra IKM Pengolahan Jagung Disperindag Simalungun, jagung hasil pemifilan yang yang diproduksi tidak lebih dari 200 kilogram setiap harinya.
“Kalau ada yang mencapai 1 ton per hari, sangat jarang sekali terjadi,” tutur Sanggam, lalu menambahkan, ia membayar jasa pemifilan sebesar Rp 100 per kilogram.
Masih 2 Tahun, Lantai Gedung Banyak yang Retak dan Terkelupas
Pantauan jurnalis, tampak gedung Sentra IKM Pengolahan Jagung di Desa Tanjung Pasir, lantainya banyak yang sudah retak, dan sebagian terkelupas. Padahal usia gedung sejak proyek selesai dikerjakan, masih 2 tahun.




